Saturday, January 31, 2009

Hukum Istri Menolak Suami

Maksudnya disini adalah istri menolak “berhubungan intim” dengan suami. Nah, bagaimana Islam menjelaskan hukum nya?

Salah satu kewajiban istri adalah melayani sang suami. Seorang istri yang menolak berhubungan intim dengan suami padahal tidak sedang dalam keadaan haid maka hukumnya dosa.

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Barangsiapa ada seorang istri yang diajak tidur oleh suaminya dan istrinya menolak, maka dia akan dikutuk oleh malaikat Allah sampai pagi.” (HR.Bukhori).

Menurut Rasulullah, istri yang sholehah yang dirindukan oleh surga adalah seorang istri yang ketika dipandang akan menyejukkan hati suami. Yang kedua, istri yang ketika diperintah oleh suami, maka ia akan mentaati. Ketiga, seorang istri yang ketika suami keluar mencari rezeki, maka ia akan menjaga harta dan nama baik suami. Jadi, jika ingin menjadi istri yang shalehah hendaklah mentaati perintah suami. Jika suami menghendaki untuk berhubungan intim, maka hendaklah dipatuhi. Jika menolaknya, maka sang istri bisa mendapatkan dosa.

Dengan melihat penuturan Rasulullah SAW di atas, sebenarnya peluang bagi seorang istri untuk mendapatkan pahala sangatlah banyak. Menurut Rasulullah SAW, jika seorang istri menyediakan air minum untuk suami, dan itu dilakukan dengan ikhlas, maka pahalanya bagaikan melaksanakan umrah.

Sekali senyum saja dari seorang istri untuk suaminya, maka sepertiga dosanya akan diampuni. Subhanallah, berarti dapat disimpulkan bahwa Allah sangat menghargai setiap perlakuan yang mungkin tidak seberapa yang dilakukan oleh sang istri untuk suaminya.

Jadi jangan pernah sekali-kali menolak permintaan sang suami untuk berhubungan intim jika sedang tidak haid. Karena dengan menerima ajakan sang suami untuk berhubungan intim itu juga merupakan suatu ibadah dan merupakan panggilan Allah sebagaimana ibadah-ibadah lainnya.

Oleh karena itu, istri haruslah ingat bahwa di setiap pelayanan yang diberikannya untuk sang suami terdapat nilai pahala. Jadi amat sayang jika seorang istri menolaknya, karena sama saja istri tersebut tidak merindukan surga.

Sebaliknya, suami yang shaleh juga akan selalu mengerti akan istrinya. Jika sang istri sedang dalam keadaan capek, maka jangan memaksanya untuk berhubungan intim. Selain itu, suami yang baik juga akan selalu menanyakan keadaan sang istri apakah ia sedang dalam keadaan capek atau tidak untuk melayaninya. Jika sedang capek maka sang suami jangan memaksakan keinginannya.

1 comment:

ASSANGGA KURNIA PUTRA said...

Ga sengaja baca2 artikel nyasar ke blog ente kangmasbro...
alhamdulillah menurut saya bermanfaat..

Semoga tulisannya jd ladang pahala yah..

Aamiiin..